Diskusi 3 dan Tugas 1 Tutorial Online Semester 8 Universitas Terbuka

source: google.com

Assalamualaikum, berikut kumpulan soal-soal dan jawaban seputar akuntansi keuangan lanjutan, manajemen audit, akuntansi syariah, bisnis internasional, manajemen asuransi dan resiko, dan manajemen strategik.


Bismillahirrahmanirrahim, semoga bermanfaat, aamiin
Akuntansi Keuangan Lanjutan II
DISKUSI
Mata uang utama suatu entitas di suatu negara tempatnya beroperasi disebut mata uang fungsional. Mata uang fungsional adalah mata uang utama pada lingkungan utama manakala suatu perusahaan beroperasi. Sehingga mata uang real estate yang beroperasi di Jakarta adalah Rupiah.

Akuntansi Keuangan Syariah
Diskusi
Assalamualaikum, selamat sore, mohon ijin menyampaikan tanggapan atas diskusi kali ini,
  • Laporan Posisi Keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, dana syirkah temporer, dan ekuitas.
Persamaan akuntansi menjadi:
Aset = Kewajiban + Dana Syirkah Temporer + Ekuitas
Perbedaan dengan PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah adalah pada Pos Dana Syirkah Temporer yang di PSAK 59 disebut sebagai Investasi Tidak Terikat (IIT). Pos Dana Syrikah Temporer merupakan perluasan ruang lingkup Pos Investasi Tidak Terikat (IIT).
  • Laporan Laba Rugi
Penghasilan bersih (laba) seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain, seperti imbalan investasi (return on investment) atau penghasilan per saham (earnings per share). Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban.

Terimakasih

Tugas
1.      Jelaskan tujuan akuntansi keuangan bagi Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
Tujuan Akuntansi Keuangan bagi Bank dan Lembaga Keuangan Syariah menurut SFA Nomor 1 AAOIFI (2002) antara lain sebagai berikut.
a. Menentukan hak dan kewajiban semua pihak, termasuk hak dan kewajiban yang dihasilkan dari proses transaksi yang tidak lengkap dan kejadian lain, disesuaikan dengan prinsip Syariah Islam dan konsepnya tentang kewajaran, kedermawanan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis Islami.
b. Memberikan kontribusi untuk menjaga aset-aset Perbankan Syariah, hakhaknya, dan hak-hak pihak lain dengan cara yang wajar.
c. Memberikan kontribusi dan peningkatan kerja manajerial dan kemampuan produktif Perbankan Syariah serta mendorong kepatuhan terhadap tujuan dan kebijakan organisasi yang telah ditetapkan, dan di atas semuanya tentunya adalah kepatuhan terhadap ketentuan Syariah Islam dalam semua transaksi dan kegiatannya.
d. Menyediakan, melalui laporan keuangan, informasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan, dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang berdasar berkaitan dengan aktivitas yang berhubungan dengan Perbankan Syariah
2.      Jelaskan jenis informasi yang harus tersedia pada laporan keuangan syariah!
Suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas syariah yang meliputi: (Paragraf 8)
1.      aset;
Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas syariah
2.      kewajiban;
merupakan utang entitas syariah masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang mengandung manfaat ekonomi.
3. dana syirkah temporer;
4. ekuitas;
5. pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
6. arus kas;
7. dana zakat; dan
8. dana kebajikan.

Paragraf 11 PSAK 101 mengatur tentang komponen-komponen laporan keuangan entitas syariah yang wajib disajikan sebagai standar penyajian antara lain:
1. Neraca
Pos neraca memberi informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Dengan neraca, pemakai laporan keuangan akan dapat
(1) menilai likuiditas dan kelancaran operasi perusahaan atau organisasi, (2) menilai struktur pendanaan perusahaan, (3) menganalisis komposisi kekayaan dan potensi jasa perusahaan, dan (4) mengevaluasi potensi jasa atau sumber ekonomi yang dikuasai perusahaan
2. Laporan Laba Rugi
Laporan ini memberikan informasi tentang keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan. Keberhasilan diukur dengan kemampuan menghasilkan laba, yaitu selisih antara semua penghasilan (pendapatan dan untung) dan semua biaya yang diperkirakan telah mendatangkan penghasilan tersebut.
3. Laporan Arus Kas
Laporan ini memberikan informasi tentang kegiatan manajemen selama satu periode dalam mengelola kas. Melalui laporan arus kas, pemakai laporan dapat mengevaluasi kegiatan manajemen dalam operasi (operating), investasi (investing), dan pendanaan (financing).
4. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan ini merupakan penghubung antara laporan laba rugi dan neraca. Laba rugi dan transaksi modal neto akan masuk dalam laporan perubahan modal sehingga angka akhir akan diperoleh. Pemasukan angka laba dan perubahan modal neto ke akun modal akan merupakan suatu proses yang disebut tutup buku.
5. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
Laporan ini merupakan informasi keuangan yang berisi rekapitulasi penerimaan zakat yang dikelola entitas Syariah sebagai pelaksana fungsi Baitul Maal. Penerimaan zakat bisa berasal dari individu dari dalam entitas Syariah, seperti pemilik, manajemen, dan karyawan. Individu di luar entitas Syariah juga bisa menyalurkan kewajiban zakatnya melalui entitas Syariah yang menyelenggarakan fungsi Baitul Maal. Oleh karena dana zakat memiliki kekhususan dalam pengelolaan maka penyalurannya juga perlu  diatur sesuai dengan ketentuan Syariah. Penyaluran dana zakat bisa dilakukan oleh entitas Syariah atau melalui Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), seperti Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Zakat disalurkan kepada Mustahiq (golongan penerima zakat), antara lain: fakir, miskin, amil, riqab, gharim, sabilillah, ibnu sabil, dan muallaf. Secara khusus pengelolaan dana zakat akan dibahas pada bagian akhir buku ini tentang akuntansi zakat, infaq, dan shodaqoh.

6. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan
Laporan ini berisi informasi penerimaan dana kebajikan dari beberapa komponen yang mungkin diterima oleh entitas Syariah, seperti infaq, shodaqoh, hasil pengelolaan dana wakaf sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf), pengembalian dana kebajikan produktif, denda9, dan pendapatan non halal lainnya10.
7. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan harus disajikan secara sistematis setiap pos dalam Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan, harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan:
a. informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;
b. informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, tetapi tidak disajikan di Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat; dan Laporan Penggunaan Dana Kebajikan;
c. informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan, tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.
Adapun komponen laporan keuangan syariah pada Perbankan Syariah adalah sebagai berikut.
a. Laporan Posisi Keuangan (Neraca).
b. Laporan Laba Rugi.
c. Laporan Arus Kas.
d. Laporan Perubahan Ekuitas.
e. Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat.
f. Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil.
g. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat.
h. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan.
i. Catatan atas Laporan Keuangan.

3.      Jelaskan fungsi Baitul Maal wa Tamwil !
Azis, Amin (2004:1) menjelaskan bahwa Baitul Maal wa Tamwil memiliki dua fungsi, yaitu
a. Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta), yaitu menerima titipan dana zakat, infaq, dan shodaqoh serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.
b. Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan Harta), yaitu melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha dengan mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan ekonominya. Dalam menjalankan usahanya, Baitut Tamwil menggunakan akad-akad (perjanjian) transaksi bisnis yang berbasis syariah, seperti model jual beli (Murabahah, Salam, dan Istishna), bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah) maupun sewa (Ijarah).



Audit manajemen
Diskusi
Assalamualaikum, selamat sore mohon ijin menyampaikan tanggapan atas diskusi kali ini, terimakasih
audit fungsi keuangan menjadi faktor penting dalam fungsi produksi perusahaan manufaktur karena audit fungsi keuangan digunakan untuk melihat apakah fungsi keuangan telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Fungsi keuangan pada perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategik dalam kehidupan perusahaan, ditinjau dari sudut pandang pencapaian sasaran jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang, yang meliputi perolehan keuntungan, pertumbuhan, dan perluasan usaha.
Audit fungsi keuangan menjadi penting juga karena audit fungsi keuangan digunakan agar manajemen fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya, yaitu
Sasaran Finansial Perusahaan
Dengan meneliti apakah tujuan dan berbagai sasaran perusahaan telah memenuhi berbagai persyaratan, seperti kelayakan, kewajaran, dan dapat dipertanggungjawabkan (secara moral dan etika). Dalam hal ini, kegiatan audit juga dapat mengungkapkan apakah tujuan dansasaran perusahaan mungkin dijalankan dan dicapai oleh berbagai komponenperusahaan dan bahwa berbagai komponen tersebut diberikan sarana,prasarana, dan modal kerja yang memadai untuk dapat memenuhi standaryang telah ditentukan oleh manajemen puncak.
Perencanaan Keuangan
Dengan memperhatikan apakah rencana satuan kerja yang lebih kecil merupakan perincian atau operasionalisasi rencana satuan kerja yang di atasnya. Dengan melakukan audit manajemen fungsi keuangan dapat dilihat apakah perusahaan dikelola dengan memperhatikan keseluruhan aspek dalam perusahaan atau tidak, artinya dalam mengelola perusahaan harusmenerapkan adanya prinsip sinergi.
Organisasi
Dengan menjadikan organisasi satuan kerja di bidang keuangan sebagai objek audit maka akan diperoleh informasi tentang apakah organisasi dibidang keuangan itu dikelola dengan efektif.
Pengawasan
Analisis yang dilakukan fungsi keuangan antara lain menggunakan analisis rasio keuangan. Hasil audit akan disampaikan ke satuan-satuan kerja operasional sehingga mereka mengetahui, kekurangan yang terjadi dan dapat melakukan perbaikan untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja masing-masing.

Tugas
1.      Jelaskan jenis audit manajemen dan peran auditor manajemen yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen.
Jenis Audit Manajemen
Audit manajemen dapat dibagi dalam 3 kategori (Arens et al., 2012), yaitu audit fungsional, audit organisasional, dan penugasan khusus. Dalam tiap audit, tujuan utamanya adalah mengevaluasi pengendalian internal terkait efisiensi, efektivitas, dan ekonomisasi
1.      Audit Fungsional
Audit fungsional melakukan audit atas fungsi yang ada di perusahaan terkait dengan efisiensi, efektivitas, dan ekonomisasi.
2.      Audit Organisasional
Audit manajemen atas organisasi mengaudit suatu unit organisasi, seperti departemen, cabang, atau anak perusahaan. Audit organisasi mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari interaksi antar fungsi.
3.      Penugasan Khusus
Manajemen dapat memberikan penugasan khusus untuk melakukan audit manajemen, seperti menentukan penyebab dari tidak efektifnya system teknologi informasi di perusahaan, menginvestigasi kemungkinan terjadinya kecurangan di suatu divisi.

Peran Auditor Manajemen Yang Berkaitan Dengan Sistem Pengendalian Manajemen

Pemahaman konsep dasar pengendalian dan evaluasi sistem pengendalian harus menjadi perhatian utama dari semua auditor manajemen. Auditor manajemen harus memahami konsep-konsep system pengendalian manajemen. Definisi dan konsep sistem pengendalian manajemen juga perlu dipahami auditor manajemen agar auditor manajemen dapat menggunakan definisi dan konsep tersebut untuk menilai apakah pengendalian yang ada dalam organisasi sudah memadai atau belum. Untuk melakukan audit yang sukses dan melaporkan kepada manajemen puncak bahwa pengendalian sudah memadai dalam area tertentu maka seluruh pihak harus menggunakan definisi dan konsep system pengendalian yang sama.

2.      Jelaskan bagaimana tanggung jawab staf audit manajemen dalam suatu perusahaan.
Unit audit manajemen umumnya mempunyai pimpinan unit (Direktur/CAE) dan staf pendukung.
Berikut adalah uraian tugas dari staf audit manajemen.
1.      Direktur/CAE
a. Mengelola unit audit manajemen dan juga harus memahami semua aspek operasi perusahaan.
b. Bertanggung jawab mengelola sumber daya manusia di unit audit manajemen, membangun organisasi audit manajemen yang efektif, dan merekrut serta memimpin tim audit manajemen yang efektif.
c. Penghubung unit audit manajemen dengan manajemen dan komite audit.
d. Memiliki pemahaman terkait isu tata kelola perusahaan, akuntansi, dan aturan perundangan.
e. Memiliki pemahaman umum mengenai bagaimana teknologi digunakan dalam perusahaan dan juga bagaimana menggunakan teknologi dalam pelaksanaan audit manajemen.
f. Memahami proses penetapan risiko.
g. Memiliki keahlian bernegosiasi dan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak.
h. Memahami standar yang digunakan untuk melaksanakan audit manajemen dan membantu penerapannya di semua aktivitas audit manajemen
2.      Manajer
Manajer mempunyai tanggung jawab membantu Direktur/CAE dalam memberikan arahan dan pengawasan unit audit manajemen. Selain itu, manajer juga bertanggung jawab:
a. menjalankan audit sesuai rencana audit tahunan unit audit manajemen,
b. membantu Direktur dalam menyiapkan laporan berkala aktivitas audit manajemen untuk Dewan Komisaris atau Komite Audit,
c. mengelola sumber daya unit audit internal secara efektif dan efisien,
d. merekrut, memberikan pelatihan, dan melakukan pengembangan personel tim audit manajemen, dan
e. mengawasi kualitas pekerjaan yang dilakukan tim audit manajemen, memastikan ketaatan terhadap standar yang berlaku.
3.      Staf
a. Menyiapkan atau merevisi audit program untuk melaksanakan audit manajemen sesuai dengan program audit yang sudah disetujui.
b. Melakukan reviu dan menentukan kecukupan pengendalian intern.
c. Melakukan reviu secara berkala dan menguji ketaatan dengan prosedur dan ketentuan perundangan, memberikan rekomendasi untuk meningkatkan prosedur yang ada atau prosedur yang diusulkan.
d. Melakukan reviu dan melaporkan kelemahan pengendalian intern dan pelanggaran terhadap praktek, kebijakan, dan prosedur perusahaan.
e. Melaksanakan tugas audit manajemen lain sebagaimana ditugaskan manajer.

3.      Jelaskan  bagaimana pelaksanaan audit manajemen diimplementasikan pada suatu perusahaan manufaktur
Pada saat pelaksanaan audit, auditor manajemen bukan hanya melakukan observasi, tetapi juga memahami materi audit yang diperoleh, menggunakan materi tersebut untuk memahami proses yang sedang direviu dan mengidentifikasi kelemahan pengendalian intern. Berdasarkan pemahaman yang diperoleh, auditor manajemen memberikan masukan untuk perbaikan atas proses yang sedang direviu. Untuk memverifikasi proses dokumentasi yang dilakukan auditee, auditor manajemen sering melakukan walk-through, dengan cara mengambil satu dokumen, misal laporan penerimaan bahan baku, dan secara manual menelusuri tahap-tahap yang sedang direviu oleh auditor. Cara ini dapat mengidentifikasi kelemahan pengendalian intern.

4.      Audit manajemen fungsi keuangan memiliki sasaran penting untuk dicapai. Jelaskan pentingnya audit manajemen fungsi keuangan dan sasaran yang akan dicapai atas kegiatan audit manajemen fungsi keuangan.

Fungsi keuangan pada perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategik dalam kehidupan perusahaan, ditinjau dari sudut pandang pencapaian sasaran jangka pendek, jangka menengah maupun  jangka panjang, yang meliputi perolehan keuntungan, pertumbuhan, danperluasan usaha. Oleh karena itu, fungsi keuangan menjadi salah satu area dalam perusahaan yang perlu diaudit untuk melihat apakah fungsi keuangan telah dilaksanakan secara efektif dan efisien

Audit manajemen fungsi keuangan mempunyai sasaran-sasaran penting untuk dicapai
1.      Sasaran Finansial Perusahaan
Objek pertama audit adalah pencarian, penemuan, dan pengumpulan informasi tentang tercapai tidaknya sasaran finansial perusahaan. Dari hasil temuan audit tersebut akan terlihat apakah fungsi keuangan mendukung keseluruhan upaya pencapaian sasaran finansial perusahaan yang sudah ditetapkan oleh manajemen puncak.
Hal lain yang juga sangat penting dalam pelaksanaan audit manajemen fungsi keuangan adalah meneliti apakah tujuan dan berbagai sasaran perusahaan telah memenuhi berbagai persyaratan, seperti kelayakan, kewajaran, dan dapat dipertanggungjawabkan (secara moral dan etika).
Dalam hal ini, kegiatan audit juga dapat mengungkapkan apakah tujuan dan sasaran perusahaan mungkin dijalankan dan dicapai oleh berbagai komponen perusahaan dan bahwa berbagai komponen tersebut diberikan sarana, prasarana, dan modal kerja yang memadai untuk dapat memenuhi standar yang telah ditentukan oleh manajemen puncak.

2.      Perencanaan Keuangan
Objek audit yang kedua adalah perencanaan keuangan. Dari audit manajemen fungsi keuangan dapat diketahui apakah fungsi keuangan telah menyelenggarakan fungsi perencanaan secara efektif serta mencari dan menemukan fakta tentang mutu rencana keuangan yang disusun oleh para manajer satuan bisnis atau berbagai bidang fungsional dalam lingkungan perusahaan

3.      Organisasi
Dengan menjadikan organisasi satuan kerja di bidang keuangan sebagai objek audit maka akan diperoleh informasi tentang apakah organisasi di bidang keuangan itu dikelola dengan efektif.

4.      Pengawasan
Fungsi pengawasan di bidang keuangan terdiri dari 2, yaitu akuntansi dan analisis keuangan. Akuntansi berfungsi untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan melaporkan hasil kegiatan operasional dari segi keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip akuntansi umum yang berlaku di suatu negara.


Bisnis Internasional
Diskusi
Assalamualaikum, mohon ijin menyampaikan tanggapan atas diskusi kali ini, terimakasih
Lokasi adalah penting karena merupakan faktor untuk menerangkan politik dan hubungan perdagangan sebuah bangsa. Banyak di antaranya yang secara langsung memengaruhi beroperasinya suatu perusahaan. Kedekatan geografis sering kali merupakan alasan pokok terjadinya perdagangan di antara bangsa-bangsa.
Dengan memilih lokasi yang tepat maka penyerahan barang-barang bisa lebih cepat dan biaya angkut lebih rendah sehingga penjual lebih murah untuk melayani para pelanggannya.

Tugas
Pertanyaan
Coba sdr mahasiswa/i memberikan sebuah contoh sebuah perusahaan yang mengandalkan  teknologi yang didasarkan kepada sumber daya yang ada pada negara tersebut dengan negara lain dalam persaingan pasar oligopoly?
Jawaban
Pasar oligopoli adalah salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna, dimana hanya terdapat beberapa produsen atau penjual dengan banyak pembeli di pasar. Beberapa contoh industri yang termasuk dalam kategori ini adalah industri rokok, industri mobil, industri semen, jasa penerbangan dan lainnya.
Industri rokok, atau sering kita sebut sebagai Industri Hasil Tembakau adalah contoh perusahaan yang mengandalkan teknologi yang didasarkan kepada sumber daya yang ada pada Negara Indonesia juga dengan Negara lain.
Industri Hasil Tembakau menjadi bagian sejarah bangsa dan budaya Indonesia, khususnya rokok kretek. Pasalnya, merupakan produk berbasis tembakau dan cengkeh yang menjadi warisan inovasi nenek moyang dan sudah mengakar secara turun temurun. Jadi jelas bahwa industri ini menggunakan teknologi yang didasarkan pada sumber daya yang ada pada Negara Indonesia.
Baru-baru ini ada perusahaan rokok yang mengeluarkan produk  yang mengusung fitur Reduce Smell Technology. Teknologi ini berasal dari India.
India yang juga dikenal sebagai negara dengan basis konsumen rokok yang besar lebih dulu menerapkan inovasi reduce smell. Adalah pabrikan rokok terbesar di India ITC Ltd melalui produk bermerek Classic Ultra yang mengadopsi teknologi tersebut. Demikian pula Philip Morris International yang memasarkan rokok less smell Marlboro Soul di pasar Ukraina.
Di Indonesia, Dunhill Ultra masih jadi pemain tunggal produk rokok berteknologi antibau.
Jadi Industri rokok / Industri hasil tembakau dengan contoh perusahaan Dunhill adalah sebuah perusahaan yang mengandalkan  teknologi yang didasarkan kepada sumber daya yang ada pada negara tersebut dengan negara lain dalam persaingan pasar oligopoly.

source


Mata Kuliah : Manajemen Risiko dan Asuransi

1.      Ada banyak sekali ketidakpastian dan risiko yang bisa merugikan kita. Coba identifikasi ketidakpastian dan risiko tersebut. Kemudian rangking ketidakpastian dan risiko tersebut berdasarkan kriteria yang kita anggap paling relevaan dan paling besar dampaknya terhadap kita. Urutkan 10 ketidakpastian dan risiko yang paling relevan dan penting

1.      Loss Exposure dari Bencana Alam
a.   Gempa
b.   Banjir
c.    Tanah Longsor
d.   Gunung Meletus

2. Loss Exposure dari Harta Benda
a. Gedung, pabrik, bangunan lain.
b. Furniture, perlengkapan, dan persediaan.
c. Perlengkapan Electronic Data Processing (EDP); software komputer.
d. Inventaris.
e. Rekening penerimaan, arsip, dan dokumen berharga.
f. Pesawat terbang, boat (perahu), dan perlengkapan kendaraan perusahaan.

3. Loss Exposure dari Kewajiban (Tanggung Jawab Hukum)
a. Produk yang tidak sempurna.
b. Polusi lingkungan (tanah, air, udara, dan suara).
c. Gangguan seksual dari karyawan, diskriminasi terhadap karyawan, pemberhentian karyawan yang tidak sah (melanggar undang-undang).
d. Alasan dan kewajiban umum dari loss exposure.
e. Kewajiban yang timbul dari sarana transportasi perusahaan.
f. Penyalahgunaan transmisi internet dan e-mail, transmisi bahan yang bersifat pornografi.
g. Kewajiban direktur dan pegawai yang relevan.

4. Loss Exposure dari Pendapatan Bisnis
a. Kerugian pendapatan.
b. Melanjutkan biaya setelah terjadinya kerugian.
c. Pengeluaran tambahan.
d. Kerugian pendapatan bisnis yang tidak menentu.

5. Loss Exposure dari Sumber Daya Manusia
a. Kematian atau kelumpuhan dari karyawan utama.
b. Pengunduran diri atau pengangguran.
c. Kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan atau penyakit yang dialami oleh pekerja.

6. Loss Exposure dari Kejahatan
a. Pembegalan, perampokan, dan pencurian.
b. Pencurian oleh karyawan dan ketidakjujuran.
c. Penipuan dan penggelapan.
d. Kejahatan exposure internet dan komputer.

7. Loss Exposure dari Kesejahteraan Karyawan
a. Kelalaian dalam memenuhi peraturan pemerintah.
b. Pelanggaran dari tanggung jawab keuangan.
c. Rencana exposure jaminan sosial dan kesehatan serta pensiun.
d. Kelalaian dalam membayar keuntungan yang dijanjikan.

8. Loss Exposure dari Luar Negeri
a. Pabrik, harta benda perusahaan, dan inventaris.
b. Risiko mata uang luar negeri.
c. Penculikan personil yang penting.
d. Risiko politik.

2.      Jelaskan prasarana apa saja  yang diperlukan untuk mendukung kesuksesan manajemen risiko
PRASARANA LUNAK
Mengembangkan budaya risiko
Mengembangkan  Budaya  Sadar  Risiko. Tujuan  dari  budaya  sadar  risiko   adalah   agar   setiap   anggota   organisasi   sadar  adanya   risiko,   dan mengambil  keputusan  tertentu  dengan  mempertimbangkan  aspek  risikonya.  Dengan singkat, tujuan budaya sadar risiko adalah agar anggota lebih berhati-hati  dalam  pengambilan  keputusan.  Jika  anggota  tersebut  sadar  akan  risiko, maka  organisasi  (yang  terdiri  dari  kumpulan  individu)  akan  menjadi  lebih  peka terhadap risiko.   Menciptakan sistem kompensasi yang mendukung budaya risiko.

Dukungan dari manajemen
Sama   seperti   program   lainnya,   dukungan  manajemen  khususnya  manajemen  puncak  terhadap  program  manajemen risiko  penting  diberikan.  Bentuk  dukungan  bisa  eksplisit  maupun  implisit. Dukungan   manajemen   puncak   bisa   dituangkan   antara   lain   ke   dalam pernyataan    tertulis,    misal    manajemen    puncak    mendukung    atau    ikut merumuskan/menyetujui   misi   dan   visi,   prosedur   dan   kebijakan,   yang berkaitan   dengan   manajemen   risiko.   Dukungan   manajemen   juga   bisa ditunjukkan     melalui     partisipasi     manajemen     pada     program-program manajemen risiko.

PRASARANA KERAS
Komputer
Ruang perkantoran
Analisis komputer, simulasi, dan lainnya

Diskusi
a.      Resiko Keuangan
Teknik risiko keuangan yang utama, meliputi hal-hal sebagai berikut.
1.      Retensi.
Retensi berarti bahwa perusahaan menahan sebagian atau keseluruhan dari kerugian yang dapat mengakibatkan kerugian yang diderita.
2.      Transfer nonasuransi.
Transfer nonasuransi merupakan teknik pembiayaan lain untuk risiko. Transfer nonasuransi, yaitu metode yang berbeda dari asuransi di mana risiko murni dan konsekuensi potensial keuangannya dipindahkan ke pihak lain.
3.      Asuransi perdagangan.
Asuransi perdagangan juga digunakan dalam program manajemen risiko. Asuransi tepat untuk loss exposure yang memiliki probabilita yang rendah dari kerugian, tetapi memiliki nilai kerugian yang tinggi.

Solusinya adalah sebaiknya sebuah perusahaan tidak perlu memiliki utang terlalu banyak. Lalu bagaimana jika perusahaan membutuhkan tambahan modal? Caranya bisa dengan menjual sebagian saham, atau mencari investor baru.

b.      Risiko Operasional
Beberapa hal yang mungkin bisa mencegah risiko operasional adalah dengan menggunakan Sumber Daya Manusia yang terlatih dan profesional dibidangnya. Risiko operasional juga dapat diminimalisir dengan meningkatkan kualitas SDM yang sudah ada. Selain itu juga perlu melakukan revitalisasi terhadap aspek-aspek yang berkaitan langsung dalam kegiatan operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan sekali.

c.       Risiko Eksternalitas
Antisipasi resiko ini dengan cara mencari informasi lebih banyak,melalui riset dan penggunaan probabilitas subyektif.

d.      Risiko Strategis
Risiko strategik merupakan salah satu jenis risiko yang berkaitan dengan strategi yang Anda gunakan. Risiko ini dapat muncul akibat dari ketidakmatangan atau ketidakpastian strategi Anda dalam menjalankan sebuah bisnis.
Solusi dari risiko strategik adalah menyusun suatu strategi yang benar-benar matang. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah melakukan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang mungkin muncul dalam keberlangsungan bisnis Anda.

source
https://blog.xendit.co/id/mengenal-4-jenis-risiko-bisnis-dan-solusi-yang-bisa-anda-ambil/

Manajemen strategic
TUGAS 1
MEMAHAMI ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI MAKRO


Dalam melakukan analisis lingkungan industri, dikenal metode Konstruksi Skenario : Model Royal Dutch / Shell. Metode skenario kini sepertinya semakin populer sebagai salah satu alat analisis yang digunakan untuk memproyeksikan berbagai kemungkinan masa depan sebagai akibat semakin tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis. Di Indonesia metode skenario mulai dikenal, sekalipun belum sepopuler di negara lain
Tugas Anda adalah menguraikan :
a.        Definisi Konstruksi Skenario: Model Royal Dutch / Shell
Konstruksi Skenario: Model Royal Dutch / Shell  adalah salah satu alat analisis yang digunakan untuk memproyeksikan berbagai kemungkinan masa depan sebagai akibat semakin tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis. Ini juga adalah konstruksi skenario, yang mengantarkan untuk mempelajari secara teknis bagaimana perancang melakukan konstruksi skenario dari kemungkinan ketidakpastian yang ditemukan dalam lingkungan bisnis.

b.        Tahapan penerapan Model Royal Dutch / Shell
Sembilan tahapan yang diperlukan untuk menyusun skenario dijelaskan:
1.      identifikasi pokok persoalan
Identifikasi pokok persoalan yang merupakan langkah pertama dinilai merupakan tahapan kritis karena menjadi penentu keberhasilan tahapan selanjutnya.

2.      identifikasi actor
Schoemaker dan Mavaddat (2000: 214) menyebut identifikasi aktor - yakni pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan – sebagai salah satu langkah (kedua) dalam membangun konstruksi skenario.

3.      kekuatan penentu utama
Tahapan ketiga ini adalah tahapan terpenting kedua setelah tahapan identifikasi pokok persoalan, yang merupakan tahapan pertama. Tahapan ini juga merupakan tahapan yang menuntut kedalaman dan ketelitian penelitian. Boleh dibilang tahapan ini memiliki karakter akademik paling tinggi dibanding tahapan yang lain.

4.      kecenderungan dan ketidakpastian
Amat bisa jadi jumlah variabel lingkungan bisnis yang diidentifikasi berpengaruh signifikan pada pokok persoalan skenario – yang telah dilakukan dalam tahap sebelumnya – mencapai puluhan. Bukan mustahil mencapai jumlah lebih dari lima puluhan. Berapa pun jumlahnya, variabelvariabel tersebut selanjutnya perlu dibedakan dalam dua kelompok besar:
(1) variabel yang termasuk dalam kategori kecenderungan (tren), dan
(2) variabel yang termasuk dalam kategori ketidakpastian (uncertainties).


5.      matriks inti scenario
Setelah dua variabel U yang memiliki ketidakpastian tertinggi dan impak yang paling signifikan ditemukan, misalnya dengan bantuan penjaringan pendapat manajemen, kini tiba saatnya membangun inti skenario (skenario awal). Sebut saja kedua variabel tersebut sebagai U1 dan U2. Inti skenario dapat disusun dengan membuat matriks dari U1 dan U2, yakni matriks duakali-dua. Sumbu horizontal menggambarkan dua kemungkinan (K1 dan K2) dari U1, sedangkan sumbu vertikal menggambarkan dua kemungkinan (A1 dan A2) dari U2. Secara keseluruhan matriks inti skenario memiliki empat sel. Masing-masing sel dari matriks tersebut menggambarkan satu kemungkinan skenario. Dengan demikian, inti skenario terdiri dari empat kemungkinan skenario.

6.      cetak biru skenario
arsitek skenario perlu mengembangkan inti skenario tersebut dengan mengikutsertakan variabel ketidakpastian (U) lainnya, selain U1 dan U2. Proses ini disebut sebagai fleshing out oleh Schwartz (1991: 230-1) yang berusaha menjadikan skenario lebih bersinar. Hasil akhirnya disebut sebagai cetak biru skenario (Schoemaker dan Mavaddat, 2000: 234-5). Masing-masing skenario dicobA dihubungkan dengan semua variabel ketidakpastian dan diharapkan dari masing-masing hubungan antar variabel tersebut lahir tema-tema narasi. Tema-tema yang baru lahir inilah yang dapat menjadi sumber lahirnya cerita (story) yang dapat memberikan gambaran lebih lengkap.

7.      Wujud Akhir skenario
Cetak biru skenario masih perlu dikembangkan lebih jauh dengan melibatkan variabel kecenderungan (tren), yang sampai pada tahap sebelumnya belum mendapatkan perhatian. Masing-masing skenario dasar dalam inti skenario, tema-tema narasi baru per masing-masing skenario dasar, dan variabel kecenderungan diolah bersama menjadi satu cerita yang utuh untuk masing-masing skenario. Ketika proses pengolahan akhir ini dapat dilakukan untuk keseluruhan skenario dasar dalam inti skenario, maka wujud akhir skenario mulai terlihat.

8.      opsi strategi
Ketika wujud akhir skenario telah terbentuk semestinya harus telah menyediakan jawaban terhadap berbagai pokok persoalan yang menjadi fokus skenario, seperti yang telah dirumuskan pada tahap pertama. Strategi baru dapat dirumuskan ketika narasi dalam skenario telah (dapat) dikaitkan dengan elemen lain manajemen strategik, setidaknya dengan visi dan keunggulan (posisi) bersaing yang dimiliki perusahaan (Schoemaker, 1992; Wack, 1985b: 150). Kombinasi dari berbagai elemen tersebutlah yang membuka pintu untuk melihat opsi strategi.

9.      kuantifikasi dan monitoring
Kuantifikasi ini diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan tegas pada manajemen. Tentu saja tidak semua variabel yang ada dalam skenario dapat dan tidak perlu dikuantitatifkan. Prioritas diberikan pada variabel pokok saja yang terkait langsung dengan pokok persoalan skenario. Sebisa mungkin kuantifikasi dilakukan pada masing-masing skenario.

c.         Kelebihan dan kekurangan Model Royal Dutch / Shell

Kelebihan

·         Bukanlah resep baku yang kaku, yang sama sekali tidak dapat disimpangi
·         Keseluruhan tahapan benar-benar menunjukkan proses kreatif
·         membuka peluang adanya proses kreativitas: yang merupakan karakter pokok mendesain skenario

Kekurangan

·         Wujud akhir skenario pasti memerlukan beberapa kali penulisan. Tidak mungkin hanya sekali jadi.
·         Jika perumusan pokok persoalan keliru – misalnya terlalu luas atau terlalu sempit – maka hampir dapat dipastikan akan keliru pula berbagai kemungkinan skenario yang hendak disusun
Terimakasih
Diskusi
Dalam menganalisa profil perusahaan terdiri dari dua tahapan, yaitu (1) identifikasi komponen variable internal, dan (2) evaluasi terhadap lingkungan eksternal. Setujukah anda jika pokok inti kekuatan perusahaan adalah pada identifikasi komponen variable internal? Jelaskan alasan anda

Faktor internal mencakup kekuatan dan kelemahan di dalam internal perusahaan itu sendiri.
Faktor Internal
  • Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).
  • Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.
Lingkungan Internal, ialah lingkungan dalam perusahaan yang perlu diidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, yang meliputi:
  1. Relationships among the  functional areas of business
  2. Management
  3. Marketing
  4. Finance/Acounting
  5. Production/operation
  6. Research and development
  7. Computer information system
  8. Human Resources
Sedangkan faktor / lingkungan eksternal meliputi :
  1. Pertimbangan Ekonomi
·         Perkembangan global di bidang ekonomi
·         Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan
·         Kehadiran korporasi multinasional
·         “Kejutan” di bidang energi,dan
·         Pendanaan
  1. Faktor-faktor Politik
  2. Faktor-Faktor Sosial
  3. Faktor Teknologi
  4. Industri Sebagai Faktor Lingkungan Eksternal yang Turut Berpengaruh
  5. Kedudukan Kompetitif Perusahaan (Faktor Geografi, Faktor Demografi, Faktor Psikografi)
  6. Lingkungan Eksternal yang ”Dekat
a. Pesaing
b. Penyandang Dana
c. Pasaran Tenaga Kerja
d. Pemasok
e. Pelanggan

Salah satu faktor penting dalam suatu manajemen adalah upaya/langkah dalam pengambilan keputusan bagi seorang manejer suatu perusahaan.
Seorang manajer tentunya harus menganalisis berbagai situasi dan kondisi termasuk menentukan inti pokok kekuatan perusahaan yang akan berpengaruh dan berdampak pada keputusan yang akan diambil nantinya. Pokok Inti kekuatan perusahaan berada pada dua identifikasi komponen baik variable internal maupun eksternal. Karena kedua komponen tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, saling mempengaruhi, terutama dalam langkah dan penentuan suatu kebijakan/keputusan usaha.
Sehingga menurut saya pribadi pokok inti kekuatan perusahaan adalah pada identifikasi komponen variable internal dan eksternal.
 
Share: