Prosedur Suntik Meningitis Cepat dan Mudah di Balikpapan


“Kalau kamu mau pergi jalan-jalan ke Negara lain, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah umrah dulu, kunjungi rumah Allah dulu, baru kelilingi tempat lain, prioritaskan Allah, jaga Allah, maka Allah akan jaga kamu.”

Kira-kira begitu pesan singkat yang diutarakan oleh mama tercinta ketika Oliv berkeinginan untuk menjelajah dunia, ceilah dunia, ga dunia juga sih guys, tapi luar negeri hehe. Nah alhamdulilah Allah SWT memberikan hidayah ke Oliv untuk memantapkan niat pergi umrah. Sebelum kita bisa pergi umrah atau haji ada beberapa syarat yang harus kita penuhi salah satunya adalah pemberian vaksin meningitis. Hal ini menjadi syarat wajib dari pemerintah Arab Saudi bagi semua calon jamaah. Di Indonesia pemberian vaksin meningitis merupakan tahap terakhir dari proses pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji.

BUKU KUNING TANDA SUDAH DIVAKSIN

Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan minimal 2 minggu sebelum berangkat agar antibodinya sudah terbentuk. Dimana kita bisa melakukan vaksinasi ini ? Aku tinggal di kota Balikpapan saat ini, kita bisa melakukan vaksin ini di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan beralamat di JL. Pelita Kel. Sepinggan Raya Balikpapan
.

Hal-hal yang perlu dibawa untuk mendapatkan vaksin, adalah fotocopy paspor, fotokopi KTP, dan foto 4x6 sebanyak 1 lembar. Aku juga membawa paspor asli untuk berjaga-jaga. Selanjutnya kita mengambil nomor antrian. Kebetulan sedang tidak ada antrian saat itu, jadi alhamdulillah langsung saja dilayani oleh 3 petugas loket yang sangat ramah. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan salah satunya yaitu apa tujuan aku datang ke tempat tersebut, kemudian Oliv menjelaskan bahwa Oliv ingin suntik meningitis, dan Travel Umrah yang Oliv pilih yaitu NRA Balikpapan sudah mendaftarkan Oliv secara online.


Karena sudah terdaftar secara online jadi Oliv tidak perlu mengisi form pendaftaran lagi, hanya perlu menyerahkan syarat-syarat (fotocopy ktp, fotocopy paspor, dan foto 4x6). Tahap selanjutnya adalah pengecekan tensi. Pengecekan ini menggunakan alat yang cukup canggih menurutku, tidak seperti alat tensi biasa. Cakep dah KKP Balikpapan.


Tahap selanjutnya adalah tes urine. Nah ini dia yang penting, jangan lupa untuk minum air putih yang banyak sebelum melakukan vaksinasi agar bisa buang air kecil. Maaf sebelumnya, bagi teman-teman wanita yang sedang berhalangan (periode menstruasi) tetap bisa mengikuti vaksin meningitis ini, karena pada saat itu aku juga sedang dalam periode menstruasi. Mungkin hanya akan agak sedikit repot pada saat mengambil tes urine

Dan ada sedikit cerita lucu saat pengambilan tes urin, pada saat itu kebetulan oliv baru saja buang air kecil sesaat sebelum menuju kantor KKP Balikpapan. Alhasil saat mau melakukan tes urine Oliv kebingungan, Alhamdulillah Allah Maha Baik, Allah memberi pertolongan melalui seorang Ibu-ibu pegawai dari KKP Balikpapan, yang menawarkan air putih cukup banyak, sehingga tak lama kemudian Oliv bisa langsung buang air kecil.


Setelah tes Urin, kita kembali lagi ke loket, dan kemudian diantarkan menuju ruang pemeriksaan, petugas loketnya sungguh sangat ramah, sampai-sampai Oliv ke ruang pemeriksaannya dianterin, terimakasih ya mas mba, semoga Allah membalas kebaikan mas mba semua aamiin.

Diruang pemeriksaan Oliv mengisi semacam daftar hadir, kemudian masuk ke sesi wawancara seputar riwayat kesehatan. Dilanjutkan masuk ke dalam sebuah bilik, untuk disuntik vaksin meningitis. Pemberian vaksinasi meningitis ini disuntikkan di area deltoid SK (lengan kanan atas) dengan dosis tunggal 0,5 ml. Hal ini karena penyakit tersebut bisa menular akibat kontak langsung atau melalui 'carrier'. Vaksin meningitis ini bisa memberikan kekebalan hingga 3 tahun .

Pertanyaan yang receh tapi seringkali ditanyakan “ sakit ga kak suntiknya ?” . Entah kenapa ya aku ngerasa agak cekat cekit saat disuntik, tapi setelahnya tidak terasa sakit sama sekali.

Setelah selesai disuntik, Oliv kembali lagi ke loket untuk melakukan pembayaran. Pembayaran vaksinasi meningitis tidak bisa dilakukan dengan uang tunai, pembayaran hanya dapat dilakukan melalui teller Bank persepsi dan PT. Pos Indonesia. Oliv sendiri menggunakan kartu debit BRI. Berikut beberapa nama bank yang dapat digunakan, yaitu Bank BRI, Bank BTN, Mandiri, Bankkaltim, dan BNI. Total biaya untuk vaksin meningitis adalah sebesar IDR 330.000.


Selanjutnya kita menandatangani buku vaksin yang berwarna  kuning. Dan akhirnya kita telah sampai pada saat yang berbahagia (lo kira UUD ahaha) Oliv mendapatkan bukti pembayaran tagihan dan juga buku kuning yang bertuliskan Certificat International de vaccination ou de prophylaxle.

Informasi seputar vaksin meningitis
Vaksin meningitis ini diberikan bagi calon jemaah haji untuk mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di beberapa negara. Umumnya dikenal dengan African Meningitis Belt yang berasal dari daerah sub-sahara Afrika. Meningitis meningokokus adalah peradangan selaput otak dan selaput sumsum tulang belakang yang akut, kondisi ini disebabkan oleh bakteri gram negatif yang berkembang pada suhu panas atau dingin dengan kelembaban rendah. Gejala atau tanda yang muncul adalah panas mendadak, mual, muntah, adanya ruam di kulit, nyeri pada kepala, fisik menjadi lemah bahkan hingga kesadaran yang menurun atau koma. Calon jemaah yang sudah divaksin ini akan diberikan kartu kuning dan kekebalannya bisa hingga 3 tahun, jadi kalau tahun depan mau umrah tidak perlu vaksin meningitis lagi," ujar Dr Iris yang juga pengurus besar Peralmuni (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia).


Nah itu dia cerita prosedur mendapatkan vaksinasi meningitis untuk keperluan umrah. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi kalian semua. Assalamualaikum, see you again on my next post.

Share:

No comments:

Post a Comment