EKMA4263/Manajemen Kinerja UT

  Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin


Soal

1. JelaskanmanfaatataukelebihanpenggunaanMBS! 2. BagaimanakelemahanpenggunaanMBS!

Jawaban

1. KelebihanpenggunaanMBSmenurutRuky(2006)adalahsebagaiberikut:

  1. 1)  MBS adalah suatu proses yang efektif dan membantu manajemen dalam kegiatan:

    1. Mengarahkan para manajer pada hasil yang harus dicapai;

    2. Memaksasemuaorangmengikatdirisecaramoralpadausahapencapaian

      tujuan yang spesifik;

    3. Mengarahkan cara berpikir dalam kerangka kebutuhan organisasi di masa

      depan dan menetapkan sasaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut;

    4. Mempercepatusahamelakukanperubahandalambudayaorganisasidari

      yang bernuansa sentralisasi ke desentralisasi.

  2. 2)  MBS membantu mendorong usaha pengembangan sumber daya manusia karena:

    1. Bawahanmenetapkansasarankerjanyasendiriataupalingsedikitiayang mengambil inisiatif dalam prosesnya sehingga fungsi penilaian sebenarnya dialihkan dari atasan ke bawahan sendiri;

    2. Fokus dari seluruh proses adalah pengembangan diri karyawan yang dinilai karena sistem MBS memberikan kesempatan kepada karyawan untuk merealisasi kebutuhan akan aktualisasi diri mereka;

    3. Cara ini merupakan suatu pendekatan yang berorientasi bukan hanya pada perbaikan tetapi juga pada inovasi;

    4. Carainimenumbuhkankomunikasiyangbaikdanmemperkuathubungan antara atasan dan bawahan;

    5. Cara ini membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan latihan karyawan;

    6. Karyawan menetapkan sasaran sendiri, ia akan memperoleh rasa puas apabila telah mencapai suatu hasil; dan

    7. Meningkatkan atau memperbaiki proses pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dari atasan ke bawahan.

  3. 3)  MBS dapat memberikan cara kepada manajer dan supervisor untuk mendayagunakan sumber daya mereka yang paling besar yaitu manusia karena itu mereka akan memperoleh:

    a. Komitmenlebihbesardaribawahan
    Manajer dan supervisor akan memperoleh komitmen lebih besar dari bawahan dengan cara:

    •   Membuat mereka merasa bahwa tujuan yang harus mereka capai tidak begitu saja diberikan, tetapi harus merasa bahwa tujuan itu adalah milik mereka juga;

    •   Memberikan pada bawahan perasaan yang lebih baik berkaitan dengan keberadaan mereka di dalam organisasi itu, dengan cara menjelaskan bagaimana tujuan tujuan bawahan berkaitan dengan gambaran keseluruhan; dan

    •   Menginjeksikan suatu vitalitas pada organisasi berupa energi yang

dihasilkan oleh usaha karyawan untuk mencapai suatu sasaran, terhadap mana mereka telah mengikatkan diri secara psikologis

  1. Kontrol dan koordinasi yang lebih baik atas pencapaian sasaran
    Manajer dan supervisor akan memperoleh kontrol dan koordinasi yang lebih baik atas pencapaian sasaran dengan cara:

    •   Mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang “siapa mengerjakan apa” dan bagaimana bagian organisasi satu sama lain berkaitan;

    •   Mempunyai bawahan yang akan mengendalikan dan mengoordinasikan kegiatan mereka sendiri, karena mereka tahu apa yang akan membantu, dan apa yang menghalangi tercapainya tujuan mereka; dan

    •   Mampu mengetahui yang mana dari anak buahnya secara konsisten terus mencapai hasil dan yang mana yang tidak.

  2. Peningkatan kemampuan untuk membantu bawahan
    Manajer dan supervisor akan memperoleh peningkatan kemampuan untuk membantu bawahan dengan cara:

    •   Lebih mampu melihat kekuatan dan kelemahan mereka dalam kegiatan mencapai suatu tujuan yang spesifik; dan

    •   Secara sederhana menggunakan pendekatan manajemen yang mengajari anak buahnya untuk berpikir dalam kerangka mencapai hasil di masa depan dan yang mengajari mereka mengantisipasi dan mencoba perubahan, merumuskan secara jelas tujuan yang spesifik dan merumuskan ukuran yang konkret yang akan memberi tahu mereka bila mereka telah mencapai tujuan yang diinginkannya.

2. MBS sudah banyak mendapat kritik dan ulasan negatif, antara lain menurut Ruky (2006) sebagai berikut:

  1. 1)  MBS agak bertentangan dengan Sistem Nilai Budaya Mayoritas Bangsa Asia Sistem MBS berasal dari negara barat yaitu Inggris dan Amerika yang salah satu ciri budayanya adalah sikap individualistis. Karena itu, konsep MBS ini sangat tepat bagi mereka karena menekankan pada pencapaian sasaran kerja individu. Sistem MBS memang menuntut agar setiap karyawan sebagai individu menetapkan sasaran kerja sendiri dan berusaha mencapainya sendiri, sistem ini bertenganan dengan sistem nilai budaya di banyak negara Asia dan ASEAN, dimana sikap kebersamaan kelompok masih sangat kuat.

  2. 2)  MBS terlalu menekankan pada hasil tanpa memedulikan cara mencapai hasil tersebut

    Banyak pakar manajemen, termasuk yang datang dari negara barat, mempertanyakan apakah prestasi seseorang cukup hanya dinilai dari hasil yang benar benar dicapainya? Apakah cara bagaimana hasil tersebut dicapai tidak menjadi soal. Kemungkinan ini telah dinyatakan Levinson (1989) bahwa

penekanan yang terlalu besar pada hasil dari sebuah perilaku kerja dan mengabaikan perilaku itu sendiri dapat mengakibatkan penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan, termasuk menekan anak buah secara terus menerus sehinga dapat meruntuhkan moral mereka. MSB sangat memfokuskan perhatian pada hasil akhir sehingga sistem ini dapat dengan mudah disalahgunakan dan seringkali memang demikian.

3) MBS sering dianggap sebagai resep untuk mengobati semua penyakit organisasi Banyak manajer yang cenderung menganggap MBS sebagai suati sistem yang terpadu yang begitu diterapkan dapat memecahkan semua masalah manajemen. Anggapan ini menjurus pada kebiasaan melemparkan semua soal kepada sistem MBS yang sebenarnya tidak dilengkapi dengan cara pemecahan yang diperlukan, sehingga menimbulkan frustasi.

Share:

UNIVERSITAS TERBUKA EKMA4311/Studi Kelayakan Bisnis

 Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin

Soal

1. Dalam mempelajari estimasi biaya proyek, ada beberapa hal penting yang harus dipahami seperti investasi aktiva tetap, kebutuhan modal kerja dan biaya usaha permulaan. Berikan penjelasan anda mengenai hal-hal tersebut.
2. Berikan penjelasan singkat mengenai metode-metode yang dapat dipergunakan sebagai analisis Sensitivitas.

Jawaban

1.
investasi aktiva tetap: aktiva tetap dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:

aktiva tetap berwujud:
o tanah dan pengembangan lokasi

seluruh biaya yang menyangkut harga tanah, biaya pendaftaran, pembersihan, land clearing, penyiapan tanah sampai siap untuk dipergunakan harus dikapitalisasikan ke dalam biaya investasi

o bangunan dan perlengkapannya
meliputi bangunan untuk pabrik dan bangunan untuk perkantoran

o pabrik dan mesin mesin
biaya pabrik dan mesin ini biasanya merupakan komponen paling besar dari investasi tersebut, meliputi pembangunan pabrik, mesin mesin, biaya pemasangan.

o Aktiva tetap lain.
Ini menyangkut fasilitas dan sarana pengangkutan dalam pabrik.

Aktiva
o Biaya perencanaan atau biaya usaha permulaan

Biaya ini mencakup biaya perencanaan, studi kelayakan, survei pasar. o Aktiva tak berwujud

Aktiva ini mencakup biaya paten, lisensi, lumpsum, dll

Kebutuhan Modal Kerja

Kebutuhan modal kerja didasarkan pada konsep modal kerja bruto. Modal kerja bruto adalah seluruh aktiva lancar. Modal kerja ini berfungsi membiayai operasi perusahaan sehari hari. Namun terdapat pendekatan lain yaitu penetapan modal kerja yang didasarkan pada modal kerja neto. Modal kerja neto adalah seluruh aktiva lancar di atas utang lancar

Aktiva lancar meliputi: Kebutuhan kas Persediaan

o Bahan Baku
o Barang dalam proses o Barang jadi

Piutang
Pengeluaran di muka

tetap tak berwujud

o Gas dan pembangkit tenaga

o Air minum o Asuransi o Gaji

Kebutuhan kas yang besar sangat diperlukan pada saat memulai usaha agar dapat menutup pengeluaran yang diperlukan.

biaya usaha permulaan

Biaya usaha permulaan mencakup biaya bunga selama masa konstruksi dan biaya percobaan yang harus dimasukkan ke dalam biaya investasi dan harus diamortisasikan untuk beberapa periode.

Biaya biaya yang termasuk dalam biaya permulaan adalah sebagai berikut:

  •   Biaya perencanaan dan biaya umum

  •   Studi pendahuluan

  •   Studi pemasaran

  •   Biaya perizinan

  •   Biaya penelitian

  •   Imbal jasa konsultan

  •   Bunga selama konstruksi

  •   Paten dan merek

  •   Biaya lain selama masa percobaan

    2. metode metode tersebut meliputi

Analisis Impas

Analisis impas dipandang sebagai suatu model analisis sensitivitas karena model ini dapat memungkinkan analisis untuk mengevaluasi bagaimana perubahan dalam biaya, perubahan dalam volume produksi, perubahan dalam harga memberikan dampak bagi keuntungan perusahaan. Data yang dibutuhkan untuk mengadakan analisis impas terhadap suatu proyek adalah:

o Estimasian biaya tetap o Biaya variabel per unit o Volume produksi
o Harga per unit.

Model sederhana maxim dan cook

ini memperlihatkan model persamaan tunggal yang berhubungan dengan variabel variabel yang menentukan profitabilitas. Analisis sensitivitas ini dapat menjadi lebih kompleks jika beberapa persamaan digunakan untuk menentukan model profitabilitas.

Model aliran kas diskontoan
Analisis mungkin menggunakan model keputusan investasi tertentu seperti nilai sekarang neto (NPV), yang didasarkan pada metode aliran kas diskontoan, untuk mengevaluasi profitabilitas proyek. Analis juga dapat menggunakan model ini untuk mengukur efek perubahan dalam variabel variabel yang relevan terhadap NPV. Dalam kondisi tanpa risiko, NPV mewakili kenaikan dalam kesejahteraan yang dihasilkan dari pelaksanaan proyek.

Share:

Universitas Terbuka EKMA4569/Perencanaan Pemasaran

Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin 


  1. A. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan dari empat kategori matriks ansoff adalah:

    •   Penetrasi pasar baru terjadi dari masuk pasar/entry, ceruk, dimensi, dan posisi.

    •   Ekspansi pangsar pasar terdiri dari diferensiasi produk versus segmentasi pasar,

      ekspansi terbatas versus ekspansi umum dan reposisi.

    •   Entrechement terdiri diri konfrontasi langsung dan reposisi.

    •   Menarik produk terdiri dari menarik bertahap, pengurangan risiko, likuidasi, dan

      reposisi.

      b. arah umum perusahaan di masa mendatang dari strategi produk/pasar untuk mencapai tujuan perusahaan melalui matriks Ansoff yaitu:

      Mempertahankan. Strategi produk pasar yang merefleksikan keinginan untuk mempertahankan posisi kompetitif yang dimiliki .

      Meningkatkan. Jenis produk/pasar yang bertujuan untuk meningkatkan posisi kompetitif dalam pasar yang dipandang

      Menarik secara bertahap. Jenis produk pasar yang merefleksikan keinginan untuk melepaskan posisi kompetitif demi keuntungan jangka pendek, kecuali jika terdapat alasan yang kuat untuk tidak melakukan hal tersebut.

      Keluar. disebut juga tipe produk pasar tanda tanya. Merefleksikan keinginan untuk mendivestasikan usaha karena posisi yang sangat tidak kompetitif dan karena alasan biaya yang apabila dipertahankan menjadi besar risikonya.

      Masuk. Berhubungan dengan area bisnis baru.

  2. A. Implikasi daur hidup produk terhadap semua bauran pemasaran. Produk harus berubah sesuai dengan tahapan yang sedang dijalani dalam daur hidup. Tidak hanya produk, semua unsur dalam bauran pemasaran pun harus berubah. Contohnya suatu produk berada pada tahapan kedewasaan. Pada tahapan ini, perusahaan tidak boleh mempertahankan kebijakan harga premium. Dalam kondisi ini pasar telah dipenuhi oleh kompetitor dan terjadi perang harga. Sering kali pada tahapan kedewasaan perusahaan memperoleh pendapatan yang amat menguntungkan. Karenanya untuk mempertahankan pangsar pasar, perusahaan anda harus menurunkan harga.

    b. contohnya adalah produk berupa aplikasi untuk jual beli online, setelah promosi atas aplikasi tersebut dilakukan dengan baik, akhirnya produk tersebut viral dan berhasil mendapat jutaan pengguna baru dalam waktu singkat.

  3. Jika karakteristik pasar yang punya tingkat kesadaran produk tinggi, peka terhadap fitur produk/pengguna inovatif, dan kondisi permintaan yang elastis terhadap harga, maka strategi yang cocok adalah strategi penetrasi.

  4. Pemasaran langsung memiliki karakteristik tertentu, yaitu:

    •   Nonpublik: pesan umumnya disampaikan kepada orang tertentu

    •   Disesuaikan: pesan disesuaikan untuk menimbulkan ketertarikan orang tertentu

    •   Terbaru: pesan disiapkan dengan sangat cepat untuk disampaikan pada orang

tertentu.
Interaktif: pesan dapat diubah tergantung pada respons si penerima.

Saya setuju dengan pernyataan tersebut, apalagi dengan kondisi pandemi covid seperti ini karena virus covid bisa menyebar melalui kontak fisik. Dengan menggunakan bentuk komunikasi pemasaran langsung membuat penjual dan pembeli terhindar dari kontak fisik, serta pembeli tidak perlu mengunjungi penjual untuk membeli barang yang diinginkan.

Share:

Pengembangan Produk (Universitas Terbuka)

 Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin


  1. PT. ABC melakukan segmentasi pasar dengan menggunakan faktor demografi, karena PT ABC menggolongkan produk nya ke dalam tiga kelompok, yaitu wanita, pria, dan anak anak.

  2. Teknik kastemisasi yang digunakan oleh perusahaan pizza tersebut adalah Diferensiasi Tertunda. Karena perusahaan tidak langsung menyelesaikan pembuatan pizza sampai akhir. Perusahaan menunggu pelanggan memilih topping, finishing produk pizza dilakukan dengan menyesuaikan dengan keinginan konsumen.


Share:

EKMA4570/Penganggaran (Universitas Terbuka)

 Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin

Soal

  1. Balanced scorecard dapat membantu perencanaan stratejik perusahaan dengan beberapa perspektif. Apa yang Anda ketahui mengenai perspektif dalam balance scorecard? Berikan contohnya.

  2. Anggaran dalam suatu perusahaan berfungsi untuk menyelaraskan fungsi perencanaan dan pengendalian. Coba Anda jelaskan dan berikan contoh mengenai langkah-langkah dalam penyusunan anggaran menurut Welsch (1988).

  3. Kita mengenal adanya anggaran biaya statis dan fleksibel dalam suatu perusahaan.

  1. Apa yang Anda ketahui mengenai anggaran statis? Berikan contohnya.

  2. Apa yang Anda ketahui mengenai anggaran fleksibel? Berikan contohnya

Jawaban

  1. Balancescorecardadalahsalahsatusistempengukurankinerja.Terdapat3perspektif non keuangan yang ditawarkan oleh balanced scorecard, yaitu Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis, dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Perspektif ini untuk menilai kinerja non keuangan pusat pertanggung jawaban.

    Contoh indikator pada perspektif tersebut adalah kepuasan konsumen, pangsa pasar, ketersediaan produk, kualitas produk, dan lamanya penyimpanan barang di gudang.

  2. UraianurutanlangkahpenyusunananggaramenurutWelsch(1988)adalahsebagai berikut

    1. Identifikasidanevaluasikondisieksternal
      Trendwatching adalah kegiatan untuk mengidentifikasi dan melakukan evaluasi atas berbagai kondisi eksternal perusahaan. Objek yang diamati adalah perubahan lingkungan bisnis dalam tataran negara dan lingkungan industri untuk mencari ceruk yang mungkin dapat diisi dan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

    2. Mengembangkantujuangperusahaan
      Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mencari laba semaksimal mungkin untuk mensejahterakan pemilik. Untuk mencapai tujuan perusahaan dapat dicapai dengan penetapan dan pelaksanaan strategi.

    3. Mengembangkan sasaran khusus perusahaan
      Jika tujuan umum memberikan arah pengembangan perusahaan secara menyeluruh, maka sasaran khusus mulai berfokus pada hal hal tertentu saja. Dengan adanya sasaran khusus, dimungkinkan penyusunan anggaran lebih spesifik dan terinci.

    4. Pengembangandanrevaluasistrategi
      Strategi merupakan metode yang akan digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Pengembangan strategi dilakukan untuk mencari berbagai alternatif yang mungkin dapat digunakan untuk mencapai tujuan dan dengan pengorbanan sumber daya yang minimal.

  1. Perintah dari manajemen puncak untuk menyusun rencana
    Perintah yang dikeluarkan oleh manajemen puncak perusahaan untuk membuat perencanaan kepada manajer di bawahnya akan meningkatkan partisipasi manager menengah ke bawah dalam perencanaan laba dan strategi periode selanjutnya.

  2. Persiapan dan penilaian perencanaan proyek
    Anggaran yang komprehensif mencakup rangkaian metode yang sistematis dan terpadu untuk menyusun perencanaan kegiatan, perencanaan taktis, dan strategis.

  3. Pengembangandanrencanalaba
    Para manager masing masing pusat pertanggung jawaban dapat mulai berbagai aktivitas untuk mengembangkan rencana laba jangka pendek dan jangka panjang.

  4. Penerapanrencanalaba
    Pelaksanaan rencana managemen yang telah melalui proses persetujuan oleh manmagemen melibatkan seluruh fungsi managemen, mulai dari pengarahan hingga pengawasannya komunikasi yang baik dari pihak managemen diperlukan agar seluruh rencana yang dibuat dapat dipahami dengan baik dan dilaksanakan oleh seluruh elemen terkait.

  5. Pemanfaatan laporan kinerja
    Tahapan selanjutnya setelah penerapan rencana laba, maka laporan kinerja per periode harus dipersiapkan. Laporan kinerja merupakan produk turunan dari laporan keuangan bulanan.

  6. Penggunaan anggaran biaya variabel
    Anggaran fleksibel hanya dapat digunakan dalam kelompok biaya. Anggaran biaya variabel bersifat tambahan untuk melengkapi perencanaan laba. Anggaran biaya ini memberikan informasi yang sebenarnya tentang biaya yang dapat dimanfaatkan dalam perhitungan jumlah anggaran untuk berbagai macam tingkat produksi atau tingkat aktivitas.

  7. Implementasi tindakan
    Hal penting dari rangkaian pengendalian adalah menerapkan rencana untuk mengimplementasikan tindakan. Implementasi tindakan menjadi penting karena merupakan turunan dari strategi dan target yang ingin dicapai oleh perusahaan. Implementasi tindakan didasari oleh kinerja periode lalu dan rencana penilaian kinerja di masa depan untuk seluruh pihak yang bertanggung jawab pada pengelolaan perusahaan.

3. A.
tertentu. Ini adalah kebalikan dari anggaran fleksibel. Jenis anggaran seperti ini ditetapkan jumlahnya berdasarkan kapasitas tertentu.
Contoh: J.C. Plumbers, Co. adalah bisnis pipa ledeng dan perbaikan. Perusahaan beroperasi dari gudang besar dan gedung kantor tempat menyimpan persediaan,

Anggaran statis adalah anggaran biaya yang didasarkan pada kapasitas kegiatan

peralatan, dan inventarisnya. J.C. Plumbers menggunakan static budget untuk memproyeksikan pengeluarannya selama periode anggaran 30 hari, dan nilai tetap dalam anggaran statis adalah:

  •   Sewa gudang dan kantor: $6,500

  •   Utilitas dan pembuangan limbah: $1,500

  •   Gaji karyawan: $18,000

    Jadi anggaran statis 30 hari perusahaan adalah $26.000. J.C. Plumbers menggunakan anggaran statis sebagai pengganti anggaran operasional karena bisnis mengharapkan untuk menutupi nilai pengeluaran ini secara teratur. Penjualan, pekerjaan perbaikan, pekerjaan konstruksi atau penjualan jasa lainnya tidak digunakan untuk menentukan nilai dalam static budget perusahaan. Selain itu, manajer keuangan perusahaan dapat menggunakan anggaran statis secara independen dari metode penganggaran lainnya.

    b. anggaran fleksibel adalah anggaran biaya yang didasarkan pada berbagai volume kegiatan.
    Contoh: Suatu produksi memiliki rencana dengan jumlah 10.000 unit, dengan biaya variabel sebesar Rp7.000,- dan biaya tetap sebesar Rp17.000.000,-.

    Maka perhitungan besaran anggaran fleksibelnya = (Rp7.000 x 10.000) + Rp17.000.000. Sehingga hasilnya adalah Rp 87.000.000,-

    Sumber: https://kamus.tokopedia.com/a/anggaran-fleksible/ https://accurate.id/akuntansi/anggaran-statis/

Soal

1. Buatlah contoh kasus bagaimana menghitung analisis regresi linear.
2. Buatlah contoh kasus bagaimana menghitung anggaran fleksibel pada 2 jumlah produksi yang berbeda.
3. Terdapat beberapa konsep laba terkait dengan motivasi manajer pusat laba.

a. CobaAndajelaskanmengenaikonsep-konseplabaterkaitdenganmotivasimanajer pusat laba.

b. Buatlah contoh kasus dari konsep laba.

Jawaban

1. Rumus analisis regresi linear adalah sebagai berikut:

Andaikan manager bagian administrasi dan umum merencanakan kantor akan buka setahun ke depan selama 252 jam, maka anggaran biaya listriknya setahun adalah Rp3.262.450.78 seperti perhitungan berikut

Biaya listrik variabel 252 jam @ Rp10.224.85 Rp2.576.662.20 Biaya listrik tetap setahun.............................. Rp685.788.58

Rp3.262.450.78

2. Contohanggaranfleksibel

Berdasar pada biaya produksi penuh standar per unit di atas, disusunlah anggaran fleksibel. Anggaran fleksibel adalah anggaran biaya (produksi) pada berbagai kapasitas produksi, seperti 45.500 unit dan 46.200 unit. Berikut adalah tabel contoh anggarak fleksibel pada 2 jumlah produksi yang berbeda.

3. A.Konseplabaterkaitdenganmotivasimanagerpusatadalahsebagaiberikut:

  •   Laba kontribusi

    Margin kontribusi adalah pendapatan dikurangi biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya berubah secara proporsional dengan aktivitas atau volume penjualan.

  •   Laba langsung adalah margin kontribusi dikurangi biaya tetap yang secara langsung terjadi di pusat laba.

  •   Laba terkendali merupakan laba langsung pusat laba dikurangi beban beban perusahaan yang dapat dikendalikan oleh maanger pusat laba.

  •   Laba sebelum pajak
    Laba sebelum pajak adalah laba terkendali dikurangi biaya korporat alokasian

dari kantor pusat.

Laba bersih
Laba bersih adalah laba sebelum pajak dikurangi pajak atas laba. Jika penjumlahan laba bersih seluruh pusat laba adalah positif, maka perusahaan pasti laba bersihnya positif.

b. contoh kasus dari konsep laba adalah: 

Share:

EKMA4371/Manajemen Rantai Pasokan (Universitas Terbuka)

 Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin


  1. a. Persediaan I adalah Pipeline Inventory, karena persediaan ini dikirim selama beberapa hari/minggu ke tempat distribusi. Persediaan II adalah Fluctuation Stock, karena persediaan ini menjaga terjadinya fluktuasi permintaan. Persediaan III adalah Anticipation Stock, karena ini merupakan jenis persediaan untuk menghadapi peningkatan permintaan yang dapat diramalkan.

    b. persediaan II dan persediaan III hampir sama karena mempunyai persediaan lebih untuk menghadapi peningkatan permintaan. Tetapi persediaan III didasarkan pada perubahan musim di pasarnya. Sedangkan persediaan II hanya berfokus pada permintaan yang fluktuatif.

  2. Leadtimeadalahwaktutenggangatauwaktujedasaatpenyelesaianproses.Dalam pelayanan pelanggan, lead time adalah waktu antara pesanan pelanggan yang telah dikonfirmasi dan pengiriman barang sampai kepada pembeli.

  3. A.TiperisikoyangdihadapiTransmartCarrefouradalahtiperisikopermintaan.Karena dengan berbelanja online, pelanggan tidak bisa melihat barang secara langsung sebelum dibeli, akibatnya bisa memicu permintaan customer.

    b. menginformasikan produknya sedetail mungkin berupa foto/video, agar customer tidak perlu melihat barang tersebut secara langsung dan bisa membeli secara online.

    Sumber: google

Jawaban

  1. Pendekatan untuk meminimalisir risiko terhadap disruption adalah sebagai berikut:

    1. Memperbaiki tingkat akurasi pada peramalan permintaan;

    2. Mengintegrasi dan menyinkronkan antara perencanaan dengan eksekusi;

    3. Mengurangi rata rata dan variasi lead time;

    4. Berkolaborasi dan bekerja sama dengan partner dalam supply chain;

    5. Meningkatkan awareness perusahaan terhadap aktivitas supply chain;

    6. Membangun fleksibilitas dalam supply chain;

    7. Strategi penundaan

  2. Dalam mengatur tingkat persediaan nya, Zara rata-rata mengganti desain pakaiannya setiap dua minggu, sementara pesaing mengubah desainnya setiap dua atau tiga bulan. Hal ini berarti terdapat sekitar 11.000 item berbeda per tahun di ribuan toko di seluruh dunia dibandingkan dengan pesaing yang memiliki 2.000 hingga 4.000 item per tahun di toko mereka. Rantai pasokan Zara yang sangat responsif adalah inti dari kesuksesan bisnisnya. Proses produksi yang singkat menciptakan kelangkaan desain yang diberikan dan itu menimbulkan rasa urgensi para konsumen untuk segera membeli selama persediaan masih ada. Akibatnya, Zara tidak memiliki banyak persediaan berlebih, juga tidak perlu melakukan mark-down besar pada item pakaiannya. Persediaan setiap item produk yang dijual tidak dibuat dalam jumlah yang banyak karena model pakaian akan berganti dengan cepat. Zara memiliki 12 tingkat perputaran persediaan per tahun dibandingkan dengan 3 - 4 per tahun untuk pesaing mereka. Untuk kelancaran produksi, Zara membeli sejumlah besar hanya beberapa jenis kain (hanya empat atau lima jenis, tetapi dapat berubah dari tahun ke tahun). Perputaran persediaan yang cepat serta respon cepat terhadap perubahan mode fashion menjadi kunci keberhasilan Zara

  3. Customer relationship management
    Pasar inti perusahaan yang merupakan wanita berusia 24-35 tahun. Mereka menjangkau pasar ini

dengan menempatkan toko mereka di pusat kota dan tempat-tempat dengan konsentrasi wanita yang tinggi dalam rentang usia ini.Item pakaian diberi harga berdasarkan permintaan pasar, bukan berdasarkan biaya pembuatan. Waktu tunggu yang singkat untuk pengiriman item fesyen unik yang dikombinasikan dengan produksi yang singkat memungkinkan Zara menawarkan lebih banyak gaya dan pilihan kepada pelanggan.

Supplier relationship management
Rantai pasokan Zara yang sangat responsif adalah inti dari kesuksesan bisnisnya. Serta Terdapat keterbukaan informasi dan kerja sama yang baik antara The Cube dengan para pemasok yang juga menjadi kunci pemasok dapat mengirimkan pesanan dalam waktu yang cepat. 

Share:

EKMA4265/Manajemen Kualitas (Universitas Terbuka)

Bismillah semoga bermanfaat, sebelum melihat soal dan jawabannya mari kita doakan penulis dan pemilik blog ini agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan keislaman hingga akhir hayat, serta dapat bermanfaat bagi orang banyak hingga akhir hayat aamiin

 Soal

1. Jelaskan pengertian dan tujuan Penjaminan Kualitas ( Quality Assurance)!
2. Jelaskan elemen penting yang berkaitan dalam penjaminan kualitas ?
3. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang ISO 9000 series (9000 s/d 9004)!
4. Jelaskan manfaat penerapan ISO 9000 bagi perkembangan dan pertumbuhan perusahaan.!

5. Jelaskan 5 hal yang harus diketahui pimpinan dalam melaksanakan manajemen kualitas, khususnya
Total Quality Management (TQM)!
6. Apakah yang dimaksud dengan Kepemimpinan dalam kualitas secara total (Total Quality Leadership

atau TQL) dan apa sajakah prinsip TQL?
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Strategic Quality Management (SQM) 8. Jelaskan konsep inti dalam SQM menurut Tummala dan Tang (1996)

Jawaban

1. tujuan penjaminan kualitas:

  •   Membantu perbaikan dan peningkatan secara terus menerus dan berkesinambungan

    melalui praktik yang terbaik dan mau mengadakan inovasi.

  •   Memudahkan mendapatkan bantuan baik pinjaman uang atau fasilitas atau bantuan lain

    dari lembaga yang kuat dan dapat dipercaya.

  •   Menyediakan informasi pada masyarakat sesuai sasaran dan waktu secara konsisten

    dan bila mungkin membandingkan standar yang telah dicapai dengan standar pesaing.

  •   Menjamin tidak akan adanya hal hal yang tidak dikehendaki.

    2. elemen penting yang bekairan dengan penjaminan kualitas yaitu:

  •   Kebijakan, yang meliputi tujuan, filosofi, dan nilai dari produk atau jasa, misalnya

    tanggapan, mudah diakses, sesuai dengan kebutuhan, kesamaan atau keadilan, efisien,

    efektivitas.

  •   Komitmen yang jelas terhadap kualitas pada seluruh produk atau jasa yang ada yang

    harus dimengerti dan dianut oleh seluruh staf.

  •   Metode yang efektif dan disepakati mengenai keterlibatan pelanggan dalam perencanaan

    dan pandangan terhadap produk dan pelayanan.

  •   Standar kesesuaian atau pencapaian yang bersifat khusus.

  •   Tindakan perbaikan bila standar pencapaian tidak terpenuhi

  •   Prosedur pelatihan dan pengembangan staf yang berkaitan dengan penjaminan kualitas

    dan pengendalian kualitas

  •   Adanya kesepakatan kontrak antara produsen dan pemberi jasa dan pelanggan.

    3. ISO 9000: Standar manajemen kualitas dan penjaminan kualitas, Pemandu untuk pemilihan dan penggunaan standar. Standar ISO 9000 berisi pedoman yang digunakan bersamaan dengan keempat standar lainnya.
    ISO 9004: elemen elemen manajemen kualitas dan sistem kualitas
    pemandu/pedoman. Model ini memberikan pengertian atau wawasan mengenai berbagai elemen yang termasuk dalam

sistem kualitas dan juga struktur yang diharapkan dalam sistem tersebut.

4. manfaatnya adalah sebagai berikut:

  •   Sebagai sarana pemasaran

  •   Dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui sistematika dan

    pendekatan yang terorganisir pada pemastian kualitas.

  •   Dapat meningkatkan citra dan daya saing perusahaan

  •   Dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk atau jasa dengan memenuhi

    persyaratan pembeli melalui kerja sama dan komunikasi yang lebih baik, penguatan pengendalian bisnis dan proses teknis, penurunan pemborosan karena kualitas kerja yang buruk.

  •   Dapat memberikan pelatihan yang sistematis kepada staf melalui prosedur dan instruksi yang baik

  •   Mengantisipasti tuntutan konsumen atas produk dan tingkat persaingan usaha yang telah mengalami evolusi sehingga produsen menanggapinya melalui pendekatan kualitas, pengendalian kualitas, pemastian kualitas, manajemen kualitas, dan manajemen kualitas terpadu.

  •   Sebagai fondasi yang mantap untuk pengembangan kualitas selanjutnya menuju manajemen kualitas terpadu.

    5. 5 hal yang harus dikethaui pimpinan yaitu:

  •   Mengenal para pelanggannya dan menemukan kebutuhan mereka

  •   Menyusun standar yang konsisten dengan kebutuhan dan harapan pelanggan

  •   Melaksanakan pengendalian proses dan sistem dan memperbaiki kemampuannya

  •   Tanggung jawab pimpinan dalam menyusun filosofi, kebijakan kualitas, dan menyediakan

    motivasi melalui epemimpinan dan menyiapan personil yang mampu mencapai sasaran

    kualitas

  •   Pemberdayaan personil pada seluruh level dalam organisasi untuk melaksanakan

    perbaikan kualitas.
    6. yang dimaksud dalam kepemimpinan dalam kualitas secara total adalah sistem manajemen strategi yang terintegrasi, untuk mencapai kepuasan pelanggan yang melibatkan seluruh pemimpin dan seluruh pengikut atau karyawan dan penggunaan metode kuantitatif untuk mengadakan perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam proses organisasi. TQL meliputi tiga prinsip yaitu mencapai kepuasan pelanggan, membuat perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan, dan membangun tanggung jawab setiap orang terhadap kualitas.

    7. Strategic Quality Management adalah sebagai suati pendekatan untuk menyusun dan mencapai sasaran standar kualitas bagi organisasi atau perusahaan dan sebagai suati filosofi dan praktik organisasi yang bertujuan mengatur sumber daya manusia dan sumber daya lain yang ada dengan cara yang paling efektif untuk mencapai sasaran organisasi atau perusahaan tersebut.

    8. menurut Tummala dan Tang (1996) konsep inti dalam SQM yaitu,

Fokus pada pelanggan. Fokus pada pelanggan ini merupakan sasaran kualitas dan

strategi dalam penerapan manajemen kualitas strategik.

  •   Kepemimpinan. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kepemimpinan pada seluruh level

    manajemen dalam organisasi, khususnya dalam menjaga dan memelihara hubungan

    yang dekat antar divisi atau bagian dalam organisasi.

  •   Perbaikan terus menerus dan berkesinambungan, meliputi memberikan yang terbaru

    dalam produk dan jasa, menghasilkan produk yang seragam dengan mengadakan benchmarking, mengurangi variasi, mengurangi atau menghilangkan kesalahan, memperbaiki kemampuan memberikan respon, meningkatkan produktivitas dan efektif dalam penggunaan seluruh sumber daya.

  •   Perencanaan kualitas strategik. Untuk dapat mencapai kesempurnaan dala kualitas dan menjadi market leader, membutuhkan orientasi ke masa mendatang dan kemauan membuat komitmen dalam jangka panjang dengan pelanggan, karyawan, pemegang saham, pemasok, dan masyarakat.

  •   Kualitas desain, kecepatan, dan pencegahan. Organisasi atau perusahaan dituntut untuk menjadi inovatif dalam menerapkan teknologi, menggunakan sistem pemrosesan yang terencana dengan baik dan terintegrasi dengan sempurna, dan mempunyai perencaan dalam produk maupun jasa berdasar perancangan terbaru dengan konsep kreatif dan peralatan yang paling kompleks.

  •   Partisipasi dan kerja sama seluruh personil. Strategi inovatif banyak melibatkan karyawan, dengan program karyawan multi fungsi, program manajemen tim yang mandiri oleh karyawan, program manajemen partisipatif, dan gugus kualitas, yang harus didukung untuk memperbaiki keahlian dan pengetahuan, kinerja dan fleksibilitas untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kualitas.

  •   Manajemen berdasar fakta, untuk dapat mencapai sasaran kinerja dan kualitas diperlukan manajemen proses yang berdasarkan informasi data dan analisis yang dapat dipercaya.

Soal

1. Jelaskan tiga kelompok besar dimensi TQS dari perspektif manajemen!
2. Jelaskan perbedaan dimensi kualitas layanan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa dari sisi manajemen kualitas layanan dan manajemen proses!
3. Jelaskan dimensi kualitas pada industri jasa menurut Garvin!
4. Jelaskan 3 macam instrumen pengukuran kualitas yang biasa di gunakan.!
5. Jelaskan sasaran utama dan sasaran sistem dari JIT
6. Jelaskan hubungan antara JIT, MRP, dan MRP II?
7. Jelaskan six sigma sebagai sistem manajemen, alat ukur, dan sebagai teknik.?
8. Jelaskan faktor-faktor yang menjadi kendala dalam melaksanakan six sigma!
9. Jelaskan konsep Lean manajemen yang anda pahami!
10. Jelaskan istilah 5 S, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke dan berikan contohnya

Jawaban

  1. Sureshehadar (2001) mengidentifikasi 12 dimensi penting dalam TQS dari perspektif manajemen. Keduabelas dimensi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu

    1. Kelompok pertama, adalah dimensi manajemen kualitas generik yang berlaku untuk perusahaan manufaktur maupun jasa. Dimensi ini meliputi komitmen manajemen puncak dan kepemimpinan visioner, manajemen sumber daya manusia, desain dan manajemen proses atau sistem teknik.

    2. Kelompok kedua adalah dimensi yang jarang ditemukan dalam literatur namun merupakan elemen kunci dalam TQM untuk perusahaan manufaktur dan jasa. Dimensi tersebut adalah intervensi serikat buruh dan tanggung jawab sosial.

    3. Kelompok ketiga, merupakan faktor faktor unik dalam organisasi jasa yaitu servicescapes dan budaya layanan.

  2. Manajemen Kualitas Layanan

    1. Perusahaan Manufaktur : QFD, house of quality, desain Taguchi, poka-yoke,

      pencegahan kesalahan, dst.

    2. PerusahaanJasa :Mencegahkesalahan,gapanalyisis,criticalincident

      technique

    Manajemen Proses

    1. Perusahaan Manufaktur : pengendalian kualitas statistik, pengendalian proses

      statistik, JIT, Six Sigma Quality, dst.

    2. PerusahaanJasa :Sistematisasi,standarisasi,penyederhanaan,

      komputerisasi, jaringan kerja, dst.

  3. Menurut Garvin (1996), dimensi kualitas pada industri jasa antara lain:

    1. Communicationyaitukomunikasiatauhubunganantarapenerimajasadengan

      pemberi jasa.

    2. Credibility yaitu kepercayaan pihak penerima jasa terhadap pemberi jasa.

c. Security yaitu keamanan terhadap jasa yang ditawarkan.

  1. Knowing the customer yaitu pengertian dari pihak pemberi jasa pada penerima

    jasa.

  2. Tangibles yaitu bahwa dalam memberikan layanan kepada pelanggan harus dapat

    diukur atau dibuat standarnya.

  3. Reliability yaitu konsistensi kerja pemberi jasa dan kemampuan pemberi jasa

    dalam memenuhi janji para penerima jasa.

  4. Responsiveness yaitu tanggapan pemberi jasa terhadap kebutuhan dan harapan

    penerima jasa.

  5. Competenceyaitukemampuanatauketerampilanpemberijasayangdibutuhkan

    setiap orang dalam perusahaan untuk memberikan jasanya kepada penerima jasa.

  6. Access yaitu kemudahan pemberi jasa untuk dihubungi oleh pihak pelanggan atau

    penerima jasa.

  7. Courtesy yaitu kesopanan, respek, perhatian, dan kesamaan dalam hubungan

    personil.

  1. 3 Instrumen pengukuran yang biasa digunakan untuk mengukur kualitas yaitu:

    1. Kualitas Layanan (Servqual)

      Servqual mengukur kualitas layanan dengan membandingkan persepsi layanan

      yang diterima dan yang diharapkan.

    2. KinerjaLayanan(Servperf)

      Servperf mengukur kualitas layanan dengan hanya melihat persepsi kualitas

      layanan

    3. Kinerja yang dievaluasi (Evaluated Performance atau EP)

      EP mengukur gap antara kinerja yang dipersepsikan dan lebih menekankan pada jumlah ideal daripada harapan pelanggan.

  2. Sasaran utama JIT adalah meningkatkan produktivitas sistem produk atau operasi dengan cara menghilangkan semua macam kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah bagi suatu produk. Kegiatan seperti inilah yang disebut pemborosan.
    Tujuan Sistem JIT menitikberatkan pada budaya continous improvement untuk mencapai biaya produk yang lebih rendah, tingkat produktivitas yang lebih tinggi, kualitas dan reliabilitas produk yang lebih baik, memperbaiki waktu penyerahan produk akhir dan memperbaiki hubungan kerja antara pelanggan dengan pemasok.

  3. PadadasarnyaMRPdenganJITberbeda,bahkanberlawanan.BilaJITberproduksi berdasarkan pesanan atau permintaan pelanggan, namun MRP lebih pada pemenuhan proses produksi untuk usaha perakitan (assembling), MRP masih mentolerir adanya lead time dan stock on hand, sementara JIT tidak. Sedangkan MRP II diciptakan untuk dapat mendukung JIT, MRP II biasanya digunakan bersama dengan penerapan JIT pada industri manufaktur untuk berproduksi mengikuti pull production system. Oleh karena itu, pengintegrasian keduanya disebut sebagai sistem MRP II/JIT.

  4. Six sigma sebagai sistem manajemen, six sigman diterapkan sebagai metode problem solving yang sistematis yang membantu organisasi mendapatkan solusi yang didasarkan

pada akar permasalahan. Namun pada kenyataannyam penerapan alat ukur dan disiplin metode yang tepat ternyata belum menjamin organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang lebih baik. Oleh karena itu, pada tataran yang lebih tinggi, six sigma bisa dipakai juga sebagai sistem praktik manajemen yg berfokus pada 4 bidang yaitu:

  1. Memahamisiapapelanggannyadanapasajakebutuhannya;

  2. Menyelaraskan strategi dan proses proses inti dalam perusahaan atau organisasi

    untuk memenuhi kebutuhan tersebut;

  3. Menggunakan analisis data secara rinci untuk memahami dan meminimalkan

    variasi atau penyimpangan pada proses inti, yaitu proses produk atau layanan;

  4. Infrastrukturyangkuatuntukmenjaminberjalannyaaktivitasperbaikandalam

    organisasi dapat mencapai hasil atau kinerja yang lebih baik.

Six Sigma sebagai alat ukur dapat disamaartikan dengan pengukuran berat. Jika kita ingin membandingkan dua atau lebih proses yang berbeda dan ingin mengetahui mana yang lebih bagus kinerjanya, maka six sigma lah alat ukurnya. Tingkat seberapa bagus proses produksi atau layanan, dilihat dari seberapa banyak produk atau layanan yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Dengan kata lain, semakin kecil cacat yang dihasilkan oleh proses kita maka semakin bagus proses kita.

Six Sigma sebagai teknik. Six sigman menyediakan metode yaitu Define Measure Analyze Improve and Control (DMAIC). Define adalah memvalidasi masalah. Measure adalah mengukur masalah tersebut. Analyze adalah mencari sumber permasalahan. Improve adalah menentukan solusi dari tiap masalah. Dan Control adalah menjaga agar solusi tetap berjalan agar permasalahan tidak muncul kembali. Metode six sigma tidak harus DMAIC, six sigma sebagai sistem pengukuran menggunakan Defect per Million Opportunities (DPMO) sebagai satuan pengukuran. DPMO merupakan ukuran yang baik bagi kualitas produk atau proses, sebab berkorelasi langsung dengan cacat, biaya, dan waktu yang terbuang. Dengan menggunakan tabel konversi ppm dan sigma, akan dapat diketahui tingkat sigma.

  1. Menurut Eckes (2000), faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan six sigma adalah sebagai berikut:

    1. Teknik,yangdisebabkanorangorangmenemuikesulitandalammemahamiteknik statistik untuk mendapatkan informasi.

    2. Politik, yang didasarkan pada mencari solusi untuk diterapkan. Strategi untuk menghindarinya adalah pemenuhan kebutuhan akan perubahan dan menunjukkan bagaimana perubahan memberikan manfaat bagi semua orang.

    3. Individu, yang meliputi karyawan yang mendapatkan tekanan sebagai hasil dari masalah masalah pribadi yang tidak berhubungan dengan organisasi.

    4. Organisasi,yangterjadibilaorganisasimemegangteguhpadanilainilailama.Hal ini dapat diatasi bila ada komunikasi yang baik dari pimpinan mengenai nilai nilai yang mendukung manfaat six sigma.

  2. Leanmanagementmenawarkankepadapelanggandengansecaratepatapayang pelanggan inginkan, tanpa pemborosan, dan melalui proses perbaikan secara terus

menerus dan berkesinambungan. Lean operation dikendalikan oleh aliran kerja yang dikenal dengan istilah tarikan permintaan pelanggan. Bila JIT cenderung berfokus internal, lean operation lebih berfokus pada eksternal atau pada pelanggan. Dengan memahami apa yang pelanggan inginkan dan menjamin bahwa input dari pelanggan serta umpan balik dari pelanggan merupakan titik awal bagi lean operations. Lean operation berarti mengidentifikasi nilai pelanggan dengan menganalisis semua kegiatan yang diperlukan untuk menghasilkan produk dan mengoptimalkan seluruh proses dari sudut pandang pelanggan. JIT lebih menekankan pada penyelesaian masalah, sedangkan lean operations lebih menekankan pada memahami pelanggan.

10. 5S yaitu:

  1. Seiri,yaitudisiplinditempatkerjadengancaramelakukanpemisahanberbagai alat atau komponen di tempatnya masing masing sehingga untuk mencarinya nanti bila diperlukan akan lebih mudah. Atau dikatakan manajemen stratifikasi dan menangani penyebab.

  2. Seiton,yaitudisiplinditempatkerjadenganmelakukanpenyimpananfungsional dan membuang waktu untuk mencari barang.

  3. Seiso, yaitu disiplin di tempat kerja dengan melakukan pembersihan sebagai pemeriksaan dan tingkat kebersihan.

  4. Seiketsu,yaitumanajemenvisualdanpemantapan,kegiataninimeliputi pemberian tanda, pengumuman, label, pengaturan kabel, dll.

  5. Shitsuke,yaitupembentukankebiasaandantempatkerjayangberdisiplin. Kegiatan ini meliputi pembersihan bersama, manajemen ruangan umum, dan tanggung jawab individual. 

Share: